
Sebagian orang menunda sedekah dengan alasan menunggu kaya. Padahal Allah SWT justru memuji hamba-hamba-Nya yang berinfak dalam segala keadaan — baik ketika lapang maupun ketika sempit.
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
QS. Ali 'Imran: 134
Ayat ini menempatkan infak di waktu sempit sejajar dengan menahan amarah dan memaafkan — sifat-sifat orang bertakwa yang dicintai Allah. Artinya, nilai sedekah tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari ketulusan dan pengorbanan di baliknya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham, yaitu ketika seseorang hanya memiliki dua dirham lalu menyedekahkan satu dirhamnya. Pengorbanan separuh harta oleh orang miskin jauh lebih berat — dan lebih dicintai Allah — daripada sedekah besar yang tidak berarti apa-apa bagi si kaya.
Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Mulai dari Rp1.000, Rp10.000, atau sepiring makanan untuk tetangga. Kebiasaan kecil yang konsisten akan melatih hati menjadi dermawan, hingga ketika rezeki dilapangkan, tangan ini sudah terbiasa memberi.
Jadilah bagian dari kebaikan bersama YBKB Boyolali. Donasi via QRIS, cepat dan aman.
Donasi Sekarang