
Tidak semua sedekah bernilai di sisi Allah. Ada adab-adab yang harus dijaga agar harta yang dikeluarkan benar-benar menjadi amal shalih, bukan sekadar rutinitas tanpa pahala.
Syarat utama diterimanya setiap amal adalah keikhlasan. Sedekah yang diniatkan untuk pamer, pencitraan, atau imbalan duniawi akan gugur pahalanya. Luruskan niat sebelum memberi: hanya mengharap ridha Allah.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).”
QS. Al-Baqarah: 264
Mengungkit pemberian di depan orang lain atau menyakiti hati penerima dapat menghapus pahala sedekah. Berilah dengan rendah hati, seolah kitalah yang berterima kasih karena diberi kesempatan berbuat baik.
“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”
QS. Al-Baqarah: 267
Allah hanya menerima yang baik (thayyib). Pastikan harta yang disedekahkan berasal dari sumber halal, dan berikan yang terbaik — bukan sisa atau barang yang sudah tidak layak.
Rasulullah SAW menyebutkan tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat, salah satunya: seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya. Sedekah sembunyi-sembunyi lebih menjaga keikhlasan.
Jadilah bagian dari kebaikan bersama YBKB Boyolali. Donasi via QRIS, cepat dan aman.
Donasi Sekarang